Azan dan Kebangkitan Umat

hafAndai saja Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbih tak pernah bermimpi ihwal seorang pria yang mengitarinya seraya mengumandangkan takbir hingga tahlil yang di kemudian hari diteguhkan Rasulullah sebagai lantunan azan, bisa jadi perdebatan mengenai cara mewartakan tibanya waktu salat lima waktu masih menyisakan persoalan. Sebab, sebelum Rasulullah membenarkan mimpi itu sebagai bisikan Allah, kaum muslimin bersilang pendapat terhadap penanda tibanya waktu salat. Nyaris mereka terperosok pada identitas umat epigonistik, menyalin tradisi penanda waktu ibadah agama lain. Membunyikan bel meniru tradisi Nasrani atau meniup terompet seperti adat Yahudi. Beruntung, bisikan Allah menghampiri Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbih hingga tercetuslah azan yang pertama kali dikumandangkan oleh sahabat Bilal bin Rabah.

Read more »

  • Facebook
  • Twitter
  • Yahoo Messenger
  • Blogger Post
  • Share/Bookmark

Kapitalisasi Tubuh Perempuan

suster1Pemutaran film Suster Keramas (SK) secara serentak di sejumlah bioskop beberapa waktu lalu menjadi isu kontroversial di tengah-tengah masyarakat. Namun, isu tersebut tenggelam oleh skandal Bank Century. Kalangan ulama di beberapa daerah melarang keras penayangan film horor berbau porno itu. Mereka menganggap film tersebut tidak mendidik, bahkan bisa merusak moral generasi bangsa. Sebab, isinya banyak mengumbar nafsu berahi dan mengeksploitasi tubuh perempuan.

Sebaliknya, bagi sebagian penikmat seni, film SK yang disutradarai Helfi Kardit dengan menampilkan bintang porno asal Jepang Rin Sakuragi itu merupakan karya seni yang patut dihargai. Adegan telanjang, memperlihatkan bagian-bagian tubuh sensual perempuan, bukan merupakan pelanggaran moral, melainkan seni akting yang kaya makna. Read more »

  • Facebook
  • Twitter
  • Yahoo Messenger
  • Blogger Post
  • Share/Bookmark

Meningkatkan Kompetensi melalui Sistem Manajemen Mutu

I. Pendahuluan
Pada tahun 2006 banyak SMK memperoleh sertifikat ISO 9001:2000, sekarang ISO 9001:2008 telah memperbaharui ISO terdahulu, sejalan dengan program pencitraan Sekolah Menengah Kejuruan yang dicanangkan dengan Direktorat Pembinaan SMK Depdiknas, yaitu dalam rangka program rintisan Sekolah Model. Terdapat kriteria SMK standar Nasional (SSN) dan SMK Bertaraf Internasional (SBI). Di sisi lain, Depdiknas juga mencanangkan program rasio perbandingan SMU dengan SMK, dimana diharapkan pada akhir 2009 dapat terwujud perbandingan SMU – SMK menjadi 40% berbanding 60%, dan diharapkan nantinya dapat menjadi 30% berbanding 70%. Dan bahkan Sekolah harus menerapkan SMM ISO 9001:2008, kalau tidak maka sekolah harus marger dengan sekolah yang telah bersertifikat ISO itu. Read more »

  • Facebook
  • Twitter
  • Yahoo Messenger
  • Blogger Post
  • Share/Bookmark