Andai saja Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbih tak pernah bermimpi ihwal seorang pria yang mengitarinya seraya mengumandangkan takbir hingga tahlil yang di kemudian hari diteguhkan Rasulullah sebagai lantunan azan, bisa jadi perdebatan mengenai cara mewartakan tibanya waktu salat lima waktu masih menyisakan persoalan. Sebab, sebelum Rasulullah membenarkan mimpi itu sebagai bisikan Allah, kaum muslimin bersilang pendapat terhadap penanda tibanya waktu salat. Nyaris mereka terperosok pada identitas umat epigonistik, menyalin tradisi penanda waktu ibadah agama lain. Membunyikan bel meniru tradisi Nasrani atau meniup terompet seperti adat Yahudi. Beruntung, bisikan Allah menghampiri Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbih hingga tercetuslah azan yang pertama kali dikumandangkan oleh sahabat Bilal bin Rabah.
Dari Facebookers hingga Wesbonekers
KONFLIK Cicak vs Buaya yang dipangkali penahanan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, serupa bola salju. Terus menggelinding. Kian membesar. Melahap apa saja yang dilaluinya. Menyita perhatian seluruh rakyat Indonesia. Dari hari ke hari terjadi perkembangan yang sangat signifikan.Sejak diputarnya rekaman pembicaraan para mafia hukum di sidang Mahkamah [...]
Komodifikasi Tubuh Perempuan dalam Iklan
Di era mutakhir iklan telah menjadi propaganda gaya hidup. Selain mendikte selera gaya hidup konsumen, iklan juga menciptakan budaya, sebuah citra. Seseorang akan dicitrakan sebagai ‘manusia purba’ jika tidak mengikuti trend sebagaimana yang dipromosikan iklan. Apa yang terbaru dari iklan dianggap terbaik dan itulah gaya hidup sekarang. Dengan kata lain, iklan tidak hanya terfokus menawarkan [...]
Logo-Teknik Iklan dan Citra Negatif Perempuan
“Ingin langsing, minum Nature SLIM”
Kata-kata di atas keluar dari mulut perempuan cantik dan seksi yang sedang mempromosikan iklan pelangsing tubuh. Iklan ini seringkali muncul di televisi setiap saat: pagi, siang, sore, dan malam. Bagi perempuan yang sedang berjuang keras menurunkan berat tubuh, iklan tersebut mungkin menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan. Sebab hanya dengan minum satu [...]
Buku Biografi Kiai Pesantren
KH MUSTOFA Bisri, suatu ketika, saat orasi pernah mengoarkan kegelisahan: kenapa budaya tulis, khususnya menulis sejarah kehidupan tokohnya sendiri, tidak berkembang di kalangan pesantren, padahal semua menyadari betapa pentingnya hal itu. Gerundelan kiai-budayawan Rembang yang akrab disapa Gus Mus tersebut tentu bukan isapan jempol semata. Apalagi gurauan. Meski diujarkan dengan tergelak, serasa sindiran getir nan [...]
DPR dan Mentalitas Kanak-Kanak
GUS Dur semasa menjabat presiden pernah melontarkan kritik pedas dengan mengatakan para anggota dewan (MPR/DPR) tak ubahnya seperti taman kanak-kanak. Pasalnya, kerap sidang-sidang dewan diwarnai interupsi tidak sehat, satu sama lain terkesan saling menjatuhkan sesuai kepentingan masing-masing. Sungguh, melalui tayangan langsung televisi, aksi para anggota dewan itu menjadi sebuah lelucon yang unik dan langka bagi [...]
Azan dan Kebangkitan Umat
Kapitalisasi Tubuh Perempuan
Pemutaran film Suster Keramas (SK) secara serentak di sejumlah bioskop beberapa waktu lalu menjadi isu kontroversial di tengah-tengah masyarakat. Namun, isu tersebut tenggelam oleh skandal Bank Century. Kalangan ulama di beberapa daerah melarang keras penayangan film horor berbau porno itu. Mereka menganggap film tersebut tidak mendidik, bahkan bisa merusak moral generasi bangsa. Sebab, isinya banyak mengumbar nafsu berahi dan mengeksploitasi tubuh perempuan.
Sebaliknya, bagi sebagian penikmat seni, film SK yang disutradarai Helfi Kardit dengan menampilkan bintang porno asal Jepang Rin Sakuragi itu merupakan karya seni yang patut dihargai. Adegan telanjang, memperlihatkan bagian-bagian tubuh sensual perempuan, bukan merupakan pelanggaran moral, melainkan seni akting yang kaya makna. Read more »
Meningkatkan Kompetensi melalui Sistem Manajemen Mutu
I. Pendahuluan
Pada tahun 2006 banyak SMK memperoleh sertifikat ISO 9001:2000, sekarang ISO 9001:2008 telah memperbaharui ISO terdahulu, sejalan dengan program pencitraan Sekolah Menengah Kejuruan yang dicanangkan dengan Direktorat Pembinaan SMK Depdiknas, yaitu dalam rangka program rintisan Sekolah Model. Terdapat kriteria SMK standar Nasional (SSN) dan SMK Bertaraf Internasional (SBI). Di sisi lain, Depdiknas juga mencanangkan program rasio perbandingan SMU dengan SMK, dimana diharapkan pada akhir 2009 dapat terwujud perbandingan SMU – SMK menjadi 40% berbanding 60%, dan diharapkan nantinya dapat menjadi 30% berbanding 70%. Dan bahkan Sekolah harus menerapkan SMM ISO 9001:2008, kalau tidak maka sekolah harus marger dengan sekolah yang telah bersertifikat ISO itu. Read more »






