Meski era demokrasi telah babak baru sejak tahun 1998 dan NU juga telah diberi peran dalam mengisi demokratisasi tersebut namun warga NU belum beranjak menuju lebih sejahtera. Kepemimpinan NU juga belum menampakkan kegiatan-kegiatan yang mampu mendorong tumbuh kembangnya sektor ekonomi riil warga NU. Masih saja selama satu dasawarsa yang lalu para pemimpin NU asyik masyuk dalam dunia politik yang tidak memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga NU. Sambil menunggu para pemimpin NU yang memikirkan pemberdayaan kesejahteraan warga NU, buku ini memberi inspirasi bagi tumbuh kembangnya jiwa kewirausahaan warga NU. PWNU DIY melalui LPNU telah melakukan kerja nyata dengan membentuk forum pengajian At-Tujjar.
Nyatanya, sampai hari ini bangsa Indonesia masih berjuang menanggulangi kemiskinan. Menurut catatan Biro Pusat Statistik (BPS), warga miskin pada 2010 tercatat 32 juta atau 14,2 persen jumlah penduduk Indonesia. Ditargetkan, pada 2014 mendatang akan menurun dan tinggal 16 juta atau 8 persen.
Seharusnya untuk menyambut trend positif pertumbuhan perekonomian nasional tersebut, NU sebagai ormas keagamaan dengan basis massa terbesar negeri ini berupaya untuk memainkan peranan yang signifikan. Sekali lagi, hal ini telah diawali oleh Lembaga Perekonomian NU (LPNU) DI Yogyakarta dengan Majelis Taklim At-Tujjar yang menyelenggarakan serangkaian pengajian kewirausahaan. Targetnya jelas, pemberdayaan ekonomi warga NU di tingkat teori dan praksis.
Buku ini merupakan bukti rekam jejak kegiatan tersebut. Berisi materi seputar kewirausahaan lengkap dengan segala seluk-beluknya. Materi disajikan secara mendetail berikut panduan taktis mendirikan unit usaha. Tak lupa disertakan pula analisis tentang studi kelayakan usaha, perencanaan bisnis, membangun jaringan, menangkap peluang, pengelolaan modal, strategi pemasaran, dan sebagainya.
Yang pasti, buku ini menjadi seruan pelantang untuk memulai perubahan ke arah pemberdayaan ekonomi yang lebih baik. Dan, Anda sendiri pun layak menjadi pelaku dari seluruh anasir perubahan itu.
Selamat berbenah!
Judul: Warga NU Bosan Miskin
Penulis: Dr. Ir. H. Erman Suparno, MSi, MBA dan Dr. H. Moerdiyanto, MPd, MM
Penerbit: Kaukaba Yogyakarta bekerja sama dengan LPNU DIY – ESI
Cetakan: Pertama, Maret 2010
Tebal: 208 halaman




Posted in
Tags: 


selama ini, NU telah dianggap sebagai organisasi kaum miskin, tidak punya finansial yang cukup, sumber daya manusia yang mumpuni, dan sebagainya. sekaranglah saatnya bagi warga NU untuk bangkit dan memanfaat peluang yang sudah ada.
bari kita bangkit bersama!!!